Harry Kane Kecewa Dengan Piala Dunia 2018Harry Kane berhasil mencetak gol dan membantu timnas Inggris mencapai semifinal ditambah lagi mendapatkan Sepatu Emas, tetapi Harry Kane sepertinya kecewa dengan Piala Dunia 2018.

Menurut pelatihnya di Tottenham, Mauricio Pochettino, Harry Kane ternyata kecewa dengan penampilannya di Piala Dunia 2018 meskipun mampu mencetak enam gol dan mendapatkan Sepatu Emas.

Selama berada di Russia, Kane berhasil menjadikan dirinya sebagai kunci permainan timnas Inggris. Meskipun pada akhirnya mereka kalah melawan Kroasia di Semifinal dan gagal menjadi juara Ketiga.

Akan tetapi timnas Inggris sukses menuai beragam pujian atas Piala Dunia terbaik mereka setelah tahun 1990. Ditambah lagi kapten timnas mereka mampu mencetak gol lebih banyak daripada pemain lain.

Walaupun begitu terdapat pihak pengrikitik yang mengingatkan bahwa tiga dari enam golnya didapatkan ketika melawan musuh yang menyedihkan, yaitu Panama. Kemudian satu gol berikutnya didapatkan dari tendangan penalty ketika melawan Colombia.

Sementara itu, Kane sepertinya mengakui hal tersebut. Hal ini dikarenakan pelatihnya di Tottenham mengabarkan bahwa sang pemain sedang putus asa atas kontribusinya di Russia.

“Dia sangat kecewa dengan Piala Dunia-nya kali ini,” Ucap Pochettino yang dilansir dari FourFourTwo.
“Dia pualng dari Russia dan tiba di London pada hari Minggu, dan pada hari Selasa dia sudah bergabung pada sesi latihan, serta menghabiskan waktu selama lima jam bersama saya dan Jesus (Perez, asisten Pochettino).”

Pochettino sendiri sempat memberinya ucapan selamat. Tetapi bukan terima kasih yang didapat, malah rasa kekecewaan yang diluapkan sang pemain yang didapat.

“Saya mengucapkan selamat kepadanya dan dia mengatakan, ‘Tidak, pelatih, saya sangat kecewa, saya seharusnya mampu mencetak gol lebih.’” Pungkasnya.
“Saya bilang, ‘Tetapi kamu memenangkan Sepatu Emas.’ Dan dia menjawab, ‘Ya, tetapi pelatih, saya kecewa.’”

Akan tetapi Pochettino tidak sedih melihat Harry, dirinya malah semakin bangga dan senang dengan pemainnya. Sang pelatih sangat suka dengan pikiran sang pemain yang tidak pernah puas sebelum berhasil menjadi juara pertama.

“Jadi juara empat dan mampu mencapai semifinal ternyata tidak cukup bagi Kane. Saya benar-benar, benar cinta dengan energy dan keinginannya, bahwa tidak cukup hanya menjadi juara empat di Piala Dunia.”
“Tidak cukup untuk menjadi juara kedua atau ketiga atau hanya mampu bermain di Champions League.”
“Saya suka ketika pemain merasakan keingan itu dan ingin datang dan menghabiskan waktu bersama kami setelah Piala Dunia.”

“Semua orang memujinya dan dia adalah bintang besar, tetapi pada hari Selasa dia ada dan menghabiskan waktu bersama kami.”
“Begitulah sosok Harry.”