Page 3 of 3

Maurizio Sarri Memuji Ross Barkley

Maurizio Sarri Memuji Ross BarkleyPelatih baru Chelsea, memuji permainan Ross Barkley setelah laga Community Shield, sementara Barkley sendiri bersemangat menyambut musim baru dengan pelatih barunya.

Ross Barkley akhir-akhir ini menyatakan dirinya yakin bisa mengatasi musim perdananya di Chelsea yang sulit. Hal ini berkat gaya penyerangan Maurizio Sarri yang direncanakan akan digunakan di Stamford Bridge.
Pemain kelahiran Inggris tersebut telah meninggalkan Everton dan bergabung dengan Chelsea pada bulan Januari. Tetapi dirinya mengalami kesulitan dan hanya mampu tampil dua kali pada laga Premier League. Sedangkan Chelsea sendiri gagal menjaga gelar kemenangan mereka ketika masih dipegang Antonio Conte.
Sementara itu, pemain 24 tahun tersebut sudah bermain secara regular pada masa pramusim dibawah naungan pelatih barunya. Ditambah lagi dirinya juga dipuji oleh mantan pelatih Napoli tersebut berkat permainannya ketika melawan MU pada laga Community Shield.
Dirinya juga berharap dapat memberikan permainan yang didambakan sang pelatih baru.
“Dengan pelatih baru datang, saya sudah bermain pada setiap pertandingan pra musim dan juga laga hari Minggu kemarin, jadi itu adalah hal baik bagi saya,” Ucap Barkley yang dilansir dari FourFourTwo.
“Saya sebenarnya sudah senang dengan hanya melakukan apa yang biasanya saya lakukan pada latihan, kemudian berharap pada pertandingan bisa memberikan permainan yang dia (Sarri) inginkan dan tim inginkan.”

Barkley sekarang ingin membangun awalan yang kuat pada musim ini, serta meninggalkan masalah cederanya dibelakang.
“Ini akan menjadi musim yang besar bagi saya. Musim terakhir saya masuk kesini, saya mengalami beberapa cedera dan saya langsung berurusan dengan cedera tersebut untuk waktu yang lama, tetapi itu itu semua sekarang berada dibelakang saya.” Pungkasnya.
“sekarang saya merasa sangat kuat dan saya yakin, ketika musim dimulai, saya akan siap bermain.”

Disisi lain, Sarri sepertinya berhasil mendapatkan pujian atas taktik yang digunakannya di Napoli. Dan Barkley kelihatannya jadi tidak sabar untuk bermain lagi dengan gaya menyerang tersebut.
“Saya sebenarnya siap bermain bagi pelatih manapun dengan gaya manapun, tetapi untuk pelatih ini, ini merupakan tipe gaya saya.” Ucap Barkley.
“Dia seorang pelatih menyerang, dia ingin sepakbola yang menarik dengan meningkatkan daya permainan, melakukan tekanan dan mencetak banyak gol.”
“Hasilnya, saya yakin, akan muncul sebentar lagi karena kami adalah pemain hebat dan kami tahu apa yang perlu kami lakukan untuk mendapat tiga point.”
“Tetapi sayangnya, pada hari Minggu, Kami tidak dapat melakukan hal tersebut.”

Mauricio Pochettino Akan Menghadapi Tantangan Di Tottenham

Mauricio Pochettino Akan Menghadapi Tantangan Di TottenhamDengan banyak bintang Tottenham yang ikut Piala Dunia 2018 dan hanya mengikuti pramusim sebentar saja, sang pelatih, Mauricio Pochettino sadar akan tantangan tantangan kedepannya.

Mauricio Pochettino merasa bahwa mengatur tugas para bintang Tottenham yang ikut Piala Dunia 2018 di awal minggu musim Liga Premier sebagai suatu ‘tantangan besar’ baginya.
Hal ini dikarenakan pemain tersebut sama sekali tidak mengikuti masa pramusim dengan klub. Sebut saja pemain-pemain seperti Harry Kane, Dele Alli dan Eric Dier yang mana mereka masih menikmati liburan tambahan karena Piala Dunia 2018,
Kemudian ada dari timnas Prancis, Hugo Lloris lalu dari Belgia, Jan Vertonghem dan Toby Alderweireld yang mana mereka semua baru bermain di Russia satu bulan yang lalu.

Pasukan Pochettino sendiri akan memulai musim Liga Premier mereka dengan melawan Newcastle United pada hari Sabtu nanti. Sang Pelatih mengakui dirinya sedang kesulitan dalam memilih tim untuk pertandingan nanti.
“Bagi para pemain yang ikut Piala Dunia 2018, penting adanya bagi kalian untuk mendapatkan kualitas istirahat yang sangat bagus dan pulih setelah musim dan Piala Dunia yang panjang.” Ucap Pochettino yang dilansir dari laman resmi Tottenham.
”dan sekarang merupakan tantangan besar bagi kami untuk mencoba memberikan mereka mereka alat yang terbaik agar bisa bersaing lagi secepat mungkin.” Lanjutnya.

Pochettino sendiri mengatakan dirinya masih perlu memperhatikan kondisi dan perkembangan para pemain. Jika nantinya sudah ada yang siap, maka para pemain sepertinya akan langsung diturunkan kelapangan.
“Kami masih perlu melihat perkembangan mereka. Kami akan melihatnya pada hari Senin, Selasa, Rabu, kemudian Kamis dan Jumat sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk tim.”
“Jika beberapa pemain sudah siap, tentu kami akan langsung menggunakannya,”

Akan tetapi Pochettino tidak akan mengambil keputusan begitu saja. Dirinya akan berpikir dengan teliti terlebih dahulu sebelum akhirnya mengambil keputusan. Hal ini dikarenakan sang pelatih takut timnya akan kehilangan para pemainnya jika terjadi sebuah kecelakaan pada pertandingan.
”Tetapi kami tidak akan mengambil resiko karena terkadang meskipun hanya satu permainan, anda bisa kehilangan pemain selama sebulan atau dua bulan dan itulah kenapa penting bagi kami untuk berpikir kritis atas pilihan yang akan kami buat.”

Di sisi lain, Pochettino sebelumnya sempat mengatakan bahwa gelandang 21 tahun mereka, Luke Amos kemungkinan akan menjadi pemain starter melawan Newcastle.

Jordan Henderson Akan Tetap Menjadi Kunci Permainan Klopp

Jordan Henderson Akan Tetap Menjadi Kunci Permainan KloppJorgen Klopp mengatakan kehadiran Naby Keita dan Fabinho di bagian pemain gelandang Liverpool bukan menjadi alasan bahwa Jordan Henderson akan disampingkan.

Jorgen Klopp mengaku, Jordan Henderson akan tetap menjadi kunci permainan tengah Liverpool meskipun kedatangan Fabinho dan Naby Keita.
Henderson sendiri yang merupakan kapten tim sudah kembali ke sesi latihan klub setelah dirinya mebela timnas Inggris di Piala Dunia 2018.
Akan tetapi selama sang pemain sedang menjalani masa liburan tambahan setelah bermain di Russia, Liverpool malah jadi lebih berkembang. Terbukti dari pertandingan sebelumnya dimana mereka membabat Napoli 5-0 pada hari sabtu, sekaligus mengalahkan rival mereka di Premier League, Manchester United dengan skor 4-1 di laga International Champions Cup.
Meskipun begitu, Klopp menyatakan sang gelandang akan tetap masuk dalam rencana timnya untuk musim 2018-2019. Dan mengatakan bahwa kedatangan Fabinho dan Keita merupakan pengganti Emre Can yang pergi ke Juventus.
“Hendo sangat penting bagi kami, bukan hanya sebagai pemain tetapi juga sebagai manusia dan seorang pemimpin,” Ucap Klopp yang dilansir dari FourFourTwo.
“Anda perlu pemain-pemain seperti Hendo dan James Milner untuk membantu mencitpakan suasana khusus di dalam skuat, atau semuanya tidak akan bekerja.”
“Tidak ada keraguan soal Hendo. Saya tidak memerlukan bukti terakhir pada dan selama Piala Dunia 2018 atau pada musim lalu.”

Klopp kemudian sempat menceritakan sedikit masa lalunya dengan Henderson. Dirinya sempat ditanyakan apakah sang pemain memang bisa menjadi yang diharapkan. Sang pelatih pun menjawab dengan sangat yakin.
“Dia perlu belajar bermain di posisi baru. Saya masih ingat pada laga melawan Burnley dimana kami kalah 2-0 meskipun memiliki posisi bola sebesar 80%. Hendo dengan jelas terlibat pada gol pertama dengan serangan yang dirinya tidak dapat selesaikan.”
“Salah satu pertanyaan yang sempat diberikan kepada saya setelah pertandingan adalah: ‘Apakah dia benar-benar dapat bermain sebagai No. 6?’”
“Saya jawab: ‘Ya, dia bisa dan dia akan.’”

Klopp meyakini Fabinho dapat bermain dengan permainan apapun. Yang dibutuhkan hanya belajar dan terus berkembang, maka Henderson akan menjelma menjadi pemain yang hebat.
“Dia perlu belajar dan harus berkembang dan hal tersebut baru saja dia lakukan. Dirinya masih bisa bermain sebagai si delapan atau kami bisa bermain dengan dua nomor enam,”
“Fabinho dapat bermain dengan angka delapan atau apapun, semuanya itu mungkin.”
“Jika sesuatu dapat diselesaikan hanya dengan satu line-up dan yang lain hanya akan dibutuhkan ketika yang utama sedang sakit maka hal tersebut adalah salah dan kami tidak akan memiliki kesempatan.”

Harry Kane Kecewa Dengan Piala Dunia 2018

Harry Kane Kecewa Dengan Piala Dunia 2018Harry Kane berhasil mencetak gol dan membantu timnas Inggris mencapai semifinal ditambah lagi mendapatkan Sepatu Emas, tetapi Harry Kane sepertinya kecewa dengan Piala Dunia 2018.

Menurut pelatihnya di Tottenham, Mauricio Pochettino, Harry Kane ternyata kecewa dengan penampilannya di Piala Dunia 2018 meskipun mampu mencetak enam gol dan mendapatkan Sepatu Emas.

Selama berada di Russia, Kane berhasil menjadikan dirinya sebagai kunci permainan timnas Inggris. Meskipun pada akhirnya mereka kalah melawan Kroasia di Semifinal dan gagal menjadi juara Ketiga.

Akan tetapi timnas Inggris sukses menuai beragam pujian atas Piala Dunia terbaik mereka setelah tahun 1990. Ditambah lagi kapten timnas mereka mampu mencetak gol lebih banyak daripada pemain lain.

Walaupun begitu terdapat pihak pengrikitik yang mengingatkan bahwa tiga dari enam golnya didapatkan ketika melawan musuh yang menyedihkan, yaitu Panama. Kemudian satu gol berikutnya didapatkan dari tendangan penalty ketika melawan Colombia.

Sementara itu, Kane sepertinya mengakui hal tersebut. Hal ini dikarenakan pelatihnya di Tottenham mengabarkan bahwa sang pemain sedang putus asa atas kontribusinya di Russia.

“Dia sangat kecewa dengan Piala Dunia-nya kali ini,” Ucap Pochettino yang dilansir dari FourFourTwo.
“Dia pualng dari Russia dan tiba di London pada hari Minggu, dan pada hari Selasa dia sudah bergabung pada sesi latihan, serta menghabiskan waktu selama lima jam bersama saya dan Jesus (Perez, asisten Pochettino).”

Pochettino sendiri sempat memberinya ucapan selamat. Tetapi bukan terima kasih yang didapat, malah rasa kekecewaan yang diluapkan sang pemain yang didapat.

“Saya mengucapkan selamat kepadanya dan dia mengatakan, ‘Tidak, pelatih, saya sangat kecewa, saya seharusnya mampu mencetak gol lebih.’” Pungkasnya.
“Saya bilang, ‘Tetapi kamu memenangkan Sepatu Emas.’ Dan dia menjawab, ‘Ya, tetapi pelatih, saya kecewa.’”

Akan tetapi Pochettino tidak sedih melihat Harry, dirinya malah semakin bangga dan senang dengan pemainnya. Sang pelatih sangat suka dengan pikiran sang pemain yang tidak pernah puas sebelum berhasil menjadi juara pertama.

“Jadi juara empat dan mampu mencapai semifinal ternyata tidak cukup bagi Kane. Saya benar-benar, benar cinta dengan energy dan keinginannya, bahwa tidak cukup hanya menjadi juara empat di Piala Dunia.”
“Tidak cukup untuk menjadi juara kedua atau ketiga atau hanya mampu bermain di Champions League.”
“Saya suka ketika pemain merasakan keingan itu dan ingin datang dan menghabiskan waktu bersama kami setelah Piala Dunia.”

“Semua orang memujinya dan dia adalah bintang besar, tetapi pada hari Selasa dia ada dan menghabiskan waktu bersama kami.”
“Begitulah sosok Harry.”

Gayle Pindah Ke West Brom dan Rondon Pindah Ke Newcastle

Gayle Pindah Ke West Brom dan Rondon Pindah Ke NewcastleDwight Gayle dipastikan pindah ke West Brom, sebaliknya pemain penyerang mereka, Salomon Rondon malah pindah ke Newcastle United.

Newcastle united telah mengumumnkan kedatangan Salomon Rondon pada musim panas ini sebagai pemain pinjaman selama satu tahun. Sedangkan Dwight Gayle pindah ke West Brom sebagai bagian dari transfer Rondon.

Rondon awalnya diperkirakan akan bergabung dengan Newcastle sebagai pemain permanen, tetapi dirinya malah akan menghabiskan musim 2018-2019 di klub sebagai pemain pinjaman, dengan Gayle sebagai bagian dari pertukaran.

Pemain kelahiran Venezuela tersebut sebelumnya sudah mencetak 7 gol pada musim lalu selama bermain bersama West Brom. Tetapi sekarang dirinya sudah pindah dan akan diberikan nomor punggung 9 yang mana sebelumnya dikenakan pemain legenda Newcastle, Alan Shearer.

“Merupakan suatu kehormatan bisa ada disini dan saya senang akan segera bermain dengan rekan baru saya.” Ucap Rondon yang dilansir dari FourFourTwo.

“Klub ini sudah berjalan untuk waktu yang lama dan saya akan fokus pada musim ini untuk membantu rekan setim saya mendapatkan point dengan baik pada musim ini.”

“klub ini merupakan salah satu klub terbesar di Premier League dan saya sudah tau soal sang pelatih, jadi saya senang berada disini.”

Disisi lain, pelatih Newcastle, Rafael Benitez mengaku dirinya cukup tidak senang dengan kelambatan pihak klub soal mengurus transfer. Tetapi pada akhirnya Rondon akan bermain bersama rekannya Yoshinori Muto beserta pemain belakang Fabian Schar di klub. Kemudian ada juga Ki Sung-yueng, Martin Dubravkan dan Kenedy yang juga akan bermain bersama Rondon.

“Saya gembira bisa mendatangkan Salomon,” Ucap Benitez yang dilansir dari laman resmi klub.
“Ketika kita mencari pemain untuk bagian depan, kita tau bagaimana pentingnya pengalaman seorang pemain. Salomon sudah bermain di Premier League untuk sementara ini dan dirinya tau seberapa besarnya tuntutan Premier League.”
“Dia, bersama dengan Yoshinori Muto, akan meberikan kami beragam opsi dan akan mengembangkan kompetisi antar pemain penyerang, yang mana selalu positif bagi tim.”

Kemudian Gayle akan menjadi pemain pengganti Rondon di West Brom. Gayle sendiri berhasil menciptakan 23 gol sekaligus membawa Newcastle menjadi juara Championship pada musim 2016-2017.

“Perjanjian ini merupakan perjanjian yang sangat baik bagi kedua klub,” Ucap Darren Morre yang merupakan pelatih utama West Brom.

“Dwight merupakan pencetak gol yang sudah terbukti kualitasnya di laga Championship. Dia tajam dan mampu menjatuhkan pemain belakang dengan cepat, dan saya yakin dia akan menambahkan pengancam gol kami.”

David Luiz Menikmati Gaya Permainan Maurizio Sarri

David Luiz Menikmati Gaya Permainan Maurizio Sarri

Pemain belakang Chelsea, David Luiz sepertinya sangat menikmati taktik permainan pelatih baru Chelsea, Maurizio Sarri. Dirinya juga yakin sang pelatih mampu membawa mereka memenangi sebuah gelar.

David Luiz saat ini tidak sabar untuk menggunakan gaya permainan Maurizio Sarri sebagai gaya yang dapat memberikan kemenangan langsung bagi Chelsea di Premier League.
The Blues sebelumnya sudah berulang-ulang memberikan sinyal positif akan pelatih baru mereka pada masa pramusim. Akan tetapi mereka gagal membuktikannya pada pertandingan pertama mereka melawan Manchester United di laga Community Shield yang berakhir 0-2.
Akibatnya Pep Guardiola jadi memberikan trofi ketiganya untuk City. Meskipun begitu mantan pelatih Barcelona tersebut juga sempat mengalami masa yang sulit pada musim pertamanya di dunia sepakbola Inggris.

Disisi lain, Luiz sempat ditanya para wartawan apakah pergantian pelatih Chelsea akan mengakibatkan The Blues akan gagal meraih gelar apapun pada musim ini. Dan sang pemain menjawab dengan cukup percaya diri.
“Saya harap tidak! Saya harap kami mampu memahaminya dengan cepat dan bisa bertarung demi seluruh gelar,” Ucap Luiz yang dilansir dari FourFourTwo
“Ketika anda bermain untuk klub yang besar anda harus bersiap untuk mencoba bertarung demi gelar, dan kami akan bertarung untuk itu.”

Luiz kemudian sempat menyinggung sosok pelatih Guardiola yang diakuinya merupakan pelatih yang hebat. Sarri juga diakuinya sebagai pelatih yang hebat, dirinya berharap sang pelatih baru tersebut bisa sama hebatnya dengan apa yang mereka pikirkan.
“Guardiola merupakan pelatih yang hebat, dan Sarri juga pelatih yang hebat. Saya harap Sarri bisa memberikan efek yang sama. Itulah tujuan kami dan kami akan bekerja demi hal tersebut.”
“Pada saat ini saya sedang jatuh cinta dengan filosofinya, dengan cara dia bekerja, dengan bagaimana dia berlatih, bagaimana dia mencintai sepakbola.”

Wartawan kemudian menanyakan soal kecocok Luiz menjadi pemain belakang dimana Sarri menggunakan empat pemain belakang setelah pelatih sebelumnya, Antonio Conte lebih memilih menggunakan tiga pemain belakang.
Pemain 31 tahu tersebut mengatakan dirinya tidak begitu masalah dengan hal tersebut. Malah sang pemain mengaku, pergantian struktur permainan tersebut malah sangat cocok untuk nya.
“Segala informasi tidak dipentingkan, anda hanya perlu mengerti soal filosofi yang ada. Dan jika anda menang, maka itu baik. Dan selalu seperti itu,” ucapnya
“Saya selalu senang melakukan yang terbaik untuk membantu pelatih dan juga klub.”

Barcelona Akan Menghadapi Mantan Pemain Mereka

Barcelona Akan Menghadapi Mantan Pemain Mereka

Barcelona kemungkinan harus menghadapi salah satu mantan pemain mereka di Supercoa de Espana. Mantan pemain tersebut adalah Aleix Vidal yang sudah pindah ke Sevila.

Aleix Vidal mengatakan dirinya sudah siap untuk menghadapi Barcelona pada Supercopa de Espana setelah dirinya meninggalkan klub Catalan tersebut dan pulang kembali ke Sevilla.
Pemain sayap-belakang tersebut sudah menandatangani kontrak empat tahun pada hari Senin kemarin. Hal ini membuat dirinya kembali lagi ke Sevilla setelah sebelumnya keluar pada tahun 2015.
Sevilla sendiri sudah membayar biaya uang muka sebesar 8.5 juta Euro, dan kemungkinan akan berkembang menjadi 10.5 Juta Euro bagi pemain berumur 28 tahun tersebut.

Disisi lain, Pasukan Ernesto Valverde akan menghadapi Sevilla pada laga Supercopa de Espana setelah sebelumnya sudah bertemu juga pada final Copa Del Rey hari Minggu kemarin. Vidal sendiri mengaku dirinya sudah siap menghadapi klub lamanya.
“Mereka akan datang dengan pemain yang baru saja bermain bersama timnas mereka dan saya harap saya mampu menikmati masa sukses pertama, meskipun nantinya saya akan melawan mantan tim saya sendiri,” Ucap Vidal yang dilansir dari FourFourTwo.

Vidal mengakui tidak berlatih dengan keras karena tidak ingin memaksa kondisi fisiknya. Tetapi saat ini sang pemain sudah dalam kondisi yang baik, dan siap menghadapi pertandingan.
“Saya datang dan sudah berlatih sejak 9 Juli, meskipun benar adanya bahwa saya memutuskan untuk tidak mekasa kondisi fisik saya supaya tidak ada masalah ketika saya disini.”
“Tetapi saya sedang berada dalam kondisi fisik yang baik dan juga mental yang baik dan saya sangat menginginkan untuk melakukan yang terbaik.”
“Saya datang kesini dengan rasa tidak sabar yang lebih banyak daripada ketika saya tiba dari Almeria pada tahun 2014. Waktu itu menjadi tiga tahun yang sulit bagi saya. Dan sekarang saya berada dalam posisi ideal untuk kembali menjadi apa yang seharusnya.”

Direktur sepakbola Sevila, Joaquin Coparros juga sempat berbicara ketika Vidal diwawancarai para media. Sang direktur mengakui dirinya memang ingin mendatangkan pemain sebelum masa bursa transfer akhirnya ditutup.
Caparros juga memastikan Steven N’Zonzi akan ikut sesi latihan pramusim pada minggu ini meskipun sang gelandang Prancis tersebut sedang dikaitkan dengan klub lain seperti Arsenal, Roma dan Everton.
“Tidak ada berita lain, dia akan bersama dengan kami dan akan memulai latihannya dengan rekan setimnya,” Ucap Caparros soal N’Zonzi.

Arsenal Supporters Trust Menentang Perjanjian Kroenke

Arsenal Supporters Trust Menentang Perjanjian Kroenke

Organisasi Arsenal Supporters’ Trust mengatakan bahwa mereka sepenuhnya menentang keputusan Stan Kroenke untuk mengambil alih the Gunners secara keseluruhan.

Menurut pihak Arsenal Supporters’ Trust (AST), tindakan Stan Kroenke untuk mengambil alih Arsenal secara sepenuhnya menandakan hari yang sangat mengerikan bagi the Gunners.

Pada hari Selasa tadi, pihak Kroenke Sports and Entertainment (KSE) sudah memberitahukan kepada Bursa Efek London bahwa mereka sudah memajukan rencana mereka untuk membeli 30% saham Alisher Usmanov di Arsenal. Suatu perjanjian yang bernilai 1.8 Miliar Pounds.

KSE sendiri sebenarnya sudah 67% memiliki Arsenal dan sebentar lagi mereka akan mendapat kendali penuh. Kroenke sendiri dengan pembelian ini, klub Arsenal nantinya akan semakin berkembang untuk jangka waktu yang lama.

Tetapi pihak AST tidak percaya dan mengatakan bahwa: “Berita ini menandakan hari yang mengerikan bagi klub sepakbola Arsenal.”

“Tindakan Stan Kroenke untuk mengubah klub menjadi milik pribadi akan menandakan akhir para supporter yang memiliki saham di Arsenal dan peran mereka yang menjunjung tinggi nilai-nilai Kustodian.”

AST kemudian sempat memberikan sedikit gambaran tentang apa yang akan mungkin terjadi kepada Arsenal jika seandainya Kroenke mengambil alih.

“Dengan mengambil klub menjadi milik pribadi, Stan Kroenke akan mampu menjalankan tindakan yang merugikan seperti: membayar biaya manajemen dan laba tanpa melakukan check atau saldo, tidak ada Rapat Umum Tahunan (RUPS) untuk menahan dewan direksi, melepaskan direktur independen, meletakkan hutang mereka kepada Arsenal untuk menopang kepentingan bisnisnya yang lain.”

Selain daripada poin-poin diatas, AST juga memberikan beberapa poin tambahan soal perjanjian ini. Salah satu diantaranya adalah uang yang dipakai merupakan uang pinjaman.
“Pihak AST juga benar-benar prihatin mengingat pembelian ini didanai dengan pinjaman.”

Kemudian mereka menambahkan bagian terpenting dan juga terparah soal kabar pembelian saham ini. Bagian tersebut adalah saham para supporter Arsenal yang dikabarkan akan dibeli paksa oleh pihak Kroenke.
“dan Bagian yang paling mengerikan pada pengumuman ini adalah kabar bahwa Kroenke berencana untuk membeli paksa saham yang dipegang para penggemar Arsenal.”
“Banyak dari penggemar tersebut merupakan anggota AST dan mereka memegang saham bukan untuk keuntungan pribadi tetapi sebagai wali yang peduli dengan masa depan klub.”

Terakhir AST mengungkapkan bahwa Arsenal tidak boleh dipegang hanya oleh satu orang saja. Karena hal tersebut sangat membahayakan bagi klub.
“AST benar-benar menentang pengambil alihan ini. Arsenal masih terlalu penting untuk dipegang hanya oleh satu orang.”

Newer posts »

© 2018 LAW BERITA BOLA

Theme by Anders NorenUp ↑